Analisis pengaruh kebijakan bea keluar biji kakao, impor biji kakao, ekspor biji kakao dan harga cocoa butter terhadap ekspor cocoa butter
Main Article Content
Abstract
The export duty policy was initially intended to increase the value added of cocoa beans. On the other hand, in the past few years there has been a significant increase in imports of cocoa beans to meet the needs of domestic industrial in order to keep running optimally and can create added value. To assess how much influence the export duty policy for cocoa beans, the import of cocoa beans, the export of cocoa beans and the price of cocoa butter on the development of exports of cocoa butter, this study uses a quantitative approach using secondary data from various sources. The results of the analysis show that the development of the export of cocoa butter is significantly influenced by the amount of cocoa bean imports and the export of cocoa beans. but the price factor of cocoa butter and the amount of export duty does not significantly influence. This shows that the main problem is the performance of the cocoa processing industry which is strongly influenced by the availability of raw materials. In addition, although an increase in imports of cocoa beans can still be offset by an increase in exports of processed cocoa products that have added value.
Kebijakan bea keluar pada awalnya ditujukan untuk peningkatan nilai tambah biji kakao. Di sisi lain, dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan impor biji kakao secara signifikan untuk pemenuhan kebutuhan industri domestik agar tetap berjalan optimal dan dapat menciptakan nilai tambah. Untuk mengkaji seberapa besar pengaruh kebijakan bea keluar biji kakao, impor biji kakao, ekspor biji kakao dan harga cocoa butter terhadap perkembangan ekspor cocoa butter, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari berbagai sumber. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkembangan ekspor cocoa butter secara signifikan dipengaruhi oleh besaran impor biji kakao dan ekspor biji kakao. Sedangkan faktor harga cocoa butter dan besaran tarif bea keluar tidak berpengaruh secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan utama adalah pada kinerja industri pengolahan kakao yang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bahan bakunya. Selain itu, walaupun terjadi peningkatan impor biji kakao masih dapat diimbangi dengan adanya peningkatan ekspor produk kakao olahannya yang memiliki nilai tambah.
Article Details
Copyright notice can be accessed here
References
Bonarriva J, Koscielski M, Wilson E. 2009. Export Control: An Overview of their Use, Economic Effects, and Treatment in the Global
Darkwah, S. A., & Verter, N.(2014). An Empirical Analysis of Cocoa Bean Production in Ghana. European Scientific Journal, 10(16), 295–306
David, B. (2013). Competitiveness and Determinants of Cocoa Exports from Ghana. International Journal of Agricultural Policy and Research, 1(9), 236–254
Firdaus M, Ariyoso. 2010. Keterpaduan Pasar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Kakao Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan. 3(1): 69-79
Haifan, M. 2015. Dampak Kebijakan Bea Keluar terhadap Kinerja Industri Pengolahan Kakao. Jurnal IPTEK.1(1): 1-6
Harsanti, A., Juanda, B., & Sahara, S. (2017). Dampak Bea Keluar Kakao Indonesia terhadap Country Market Power di Pasar Biji Kakao Amerika Serikat dan Terms of Trade. Jurnal Agribisnis Indonesia, 2(2), 107-126.
Hasibuan, A. M., Nurmalina, R., & Wahyudi, A. (2012). Analisis kinerja dan daya saing perdagangan biji kakao dan produk kakao olahan Indonesia di pasar internasional. Jurnal tanaman industri dan penyegar, 3(1), 57-70.
Hasibuan, A. M., Nurmalina, R., & Wahyudi, A. (2012). Pengaruh pencapaian kebijakan penerapan bea ekspor dan gernas kakao terhadap kinerja industri hilir dan penerimaan petani kakao (Suatu pendekatan dinamika sistem). Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar, 3(2), 157-170.
Hesse, H. (2008). Export diversification and economic growth. Washington. World Bank. Working paper, (21).
Kotler, dan Keller. (2012). Manajemen Pemasaran. Edisi 12. Jakarta: Erlangga
Kotler Philip, Amstrong Gary. (2013). Prinsip-prinsip Pemasaran, Edisi 12. Jakarta: Erlangga
Mankiw NG. 2007. Makroekonomi Edisi Keenam. Liza F, Nurmawan I, penerjemah; Hardani W, Barnadi D, Saat S, editor. Jakarta (ID): Penerbit Erlangga. Terjemahan dari: Macroeconomics. Ed ke-6.
Maswadi. (2011). Agribisnis Kakao dan Produk Olahannya Berkaitan dengan Kebijakatan Tarif Pajak di Indonesia. Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika, 1(2), 23–30.
Pindyck, R. S., & Rubenfield, D. L. (2009). Microeconomics, [7th Edition]. New Jersey: Pearson Education, Inc.
Republik Indonesia, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.011/2010 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar
Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2008 tentang Pengenaan Bea Keluar terhadap Barang Ekspor
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan
Rifin, A., & Nauly, D. (2013). Effect of Export Tax on Indonesia’s Cocoa Export Competitiveness. Paper present at the 57th AARES Annual Conference, Sydney, New South Wales, 5th–8th February, 2013.
Rubiyo, R., Siswanto, S., & Perkebunan, P. (2012). Peningkatan produksi dan pengembangan kakao (Theobroma cacao L.) di Indonesia.
Salvatore, D. (2013). International Economics, [11th Edition]. New Jersey: Wiley
Sokartawi. (2005). Agribisnis: Teori dan Aplikasinya. Jakarta: Rajawali Press.
Suryana, A. T., Fariyanti, A., & Rifin, A. (2014). Analisis perdagangan kakao indonesia di pasar internasional. Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar, 1(1), 29-40.
Syadullah, M. (2012). Dampak Kebijakan Bea Keluar terhadap Ekspor dan Industri Pengolahan Kakao. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 6(1), 53–68.
Yrama Widia. 2008. „Pedoman Bertanam Cokelat”, Yrama Widya, Bandung.
Zakariya, M. L., Al Musadieq, M., & Sulasmiyati, S. (2016). Pengaruh Produksi, Harga, Dan Nilai Tukar Terhadap Volume Ekspor (Studi Pada Volume Ekspor Biji Kakao Indonesia Periode Januari 2010-desember 2015). Jurnal Administrasi Bisnis, 40(2), 139-145.